Mengintip Keanekaragam Hayati Gunung Menaliq Dan Linggang Melapeh

Mengintip Keanekaragam Hayati Gunung Menaliq dan Linggang Melapeh

Mengintip Keanekaragam Hayati Gunung Menaliq dan Linggang Melapeh

17-04-2018/TFCA Kalimantan/TFCA,Kalimantan,Kutaibarat,Borneo,Penelitin,Herbar

 

TFCA Kalimantan bekerja sama dengan Biodiversity Warriors-Yayasan KEHATI dan Universitas Mulawarman melakukan pengamatan, pendataan, dan pendokumentasian keanekaragaman hayati di Kampung Linggang Melapeh dan Kampung Penarung Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur pada akhir tahun 2017.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Gunung Menaliq, Biodiversity Wariorrs (BW)mengidentifikasi 137 jenis pohon. Jenis pohon yang mendominasi di Kawasan Gunung Menaliq adalah meranti (Shorea sp.). Selain itu, didapati ada 115 jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat lokal untuk mengobati beberapa jenis penyakit.

 

Salah satu  herbarium yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis pohon. @TFCA Kalimantan


Selain vegetasi dan tumbuhan obat, berbagai jenis satwa liar tidak luput dari pengamatan yang dilakukan oleh gerakan pemuda yang diinisasi oleh Yayasan KEHATI tersebut. BW berhasil mengidentifikasi 59 jenis burung. Tidak hanya burung, di kawasan ini juga terdapat beberapa jenis mamalia yang dilindungi oleh UU No.5 Tahun 1990 dan PP No. 7 Tahun 1999, seperti beruang madu (Helarctos malayanus), bekantan (Nasalis larvatus), dan owa Kalimantan (Hylobates muelleri).

Di Kampung Linggang Melapeh, pengamatan difokuskan di sekitar Kawasan Wisata Gunung Eno dan Danau Aco. BW berhasil mengidentifikasi 112 jenis tumbuhan obat dan 33 jenis burung. Pada lokasi tersebut, juga dijumpai bekas cakaran macan dahan (Neofelis nebulosa) pada pohon.

Jenis primata yang berhasil dijumpai cukup beragam, seperti lutung hitam (Presbytis frontata) dan Owa Kalimantan (Hylobates muelleri), yang masih tergolong umum di kawasan ini. Jenis primata malam, seperti tarsius, hanya terdengar suara dan ditemukan sarang. Pada sepanjang jalur sungai yang telah mengering, ditemukan sarang landak (Hystrix brachyura).




Kadal Surai (Gonocephalus grandis), salah satu satwa liar yang dijumpai. @BW-KEHATI

Selain itu, berbagai jenis satwa liar yang masuk ke dalam herpetofauna, yaitu reptil dan amfibi juga berhasil diamati, seperti sanca batik (Phyton reticulatus), ular pohon (Gonyosoma sp.) dan Lycodon sp. Keberadaan aliran sungai dalam hutan menunjang keanekaragaman jenis katak dan kodok di kawasan ini.


Sebagian besar katak dan kodok yang ditemukan berada di serasah yang lembab dan tepi aliran sungai. Katak bertanduk (Megophrys nasuta) yang sulit ditemukan masih terdapat di hutan ini. Selain itu, kadal surai Kalimantan (Gonocephalus borneensis) juga dapat ditemukan. Dari temuan-temuan ini, BW akan menyusun buku untuk menjadi pengetahuan bagi masyarakat tentang kekayaan ragam hayati Nusantara.

Dokumen Terkait