TFCA Kalimantan telah melalui  3 siklus hibah. Pada tahun 2014, siklus I disalurkan ke 9 lembaga, pada tahun 2015 disalurkan kepada 16 lembaga yang terdiri dari 9 lembaga skema regular, dan 7 lembaga dengan skema khusus. Pada tahun 2013 siklus 3 dengan 14 lembaga penerima hibah, terdiri dari 3 lembaga regular, 7 lembaga dengan skema khusus, serta 3 lembaga dengan skema hibah untuk investasi starategis.

-Siklus I

  • Operation Wallacea Trust
  • Yayasan PEKA Indonesia
  • Yayasan BIOMA
  • Centre of Social Forestry Universitas Mulawarman
  • Aliansi Organis Indonesia
  • FORINA
  • Yayasan PRCF Indonesia
  • Lembaga GEMAWAN
  • Yayasan Penabulu

-Siklus II

Skema hibah regular:

  • Yayasan Dian Tama
  • Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil
  • Sampan Kalimantan
  • KBCF-WARSI
  • Lanting Borneo
  • Perkumpulan Payo-payo
  • Kelompok Studi Karst-Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada
  • MENAPAK Indonesia
  • Forum Lingkungan Mulawarman

Skema hibah khusus:

  • Komunitas Pariwisata Kapuas Hulu
  • Forum DAS Labian Leboyan
  • Perkumpulan Jaringan Nelayan
  • Lembaga Kesejahteraan Masyarakat Labuana Cermin
  • Badan Pengelola Sumberdaya Alam Lima Kampung Sungai Segah
  • Perkumpulan Kerima’ Puri
  • KANOPI

-Siklus III

Skema hibah regular:

  • Konsorsium ALeRT (Yayasan Bumi – IPB)
  • Yayasan JKPP
  • Konsorsium Penabulu (NTFP-EP Indonesia, LPPSLH)

Skema hibah khusus:

  • KSM KaKaBe
  • Yayasan Penyu Berau
  • YAKOBI
  • POKDARWIS Linggang Melapeh
  • LPHD Bumi Lestari
  • Pengelola Kawasan Konservasi Gunung Menaliq
  • KOMPAD

Skema Investasi strategi:

  • YAYORIN
  • JARI
  • TITIAN
  • YIARI

Dalam implementasinya, TFCA Kalimantan memfasilitasi kegiatan konservasi, restorasi dan pemanfaatan hutan tropis secara  berkelanjutan di Indonesia, dengan mendukung Program Karbon Hutan Berau (PKHB) dan Program Heart of Borneo (HoB) di 4 kabupaten target yakni Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Mahakam Ulu dan Kabupaten Berau, serta wilayah investasi strategis lain.

Program Kerja Mitra (Umum)”

  • Penguatan pengelolaan kawasan lindung, ekosistem mangrove, karst dan koridor.
  • Pengembangan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK), agroforestri, tanaman pewarna alam, peningkatan mutu madu hutan, ekowisata dan ekonomi produktif.
  • Peningkatan penyerapan karbon hutan secara kemitraan
  • Pengembangan hutan desa untuk mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati, pengembangan alternatif ekonomi, pemanfaatan dan perlindungan perkebunan karet tradisional.
  • Konservasi orangutan (Pongo pygmaeus pygnaeus), bekantan (Nasalis larvatus), banteng kalimantan (Bos javanicus lowi) dan badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) di Kalimantan.
  • Penguatan kapasitas kelembagaan LSM dan KSM dalam pengelolaan sumberdaya alam/hutan lestari.
  • Penguatan kearifan lokal masyarakat adat untuk pemanfaatn SDA lestari.
  • Pencegahan dan pengurangan praktik kejahatan terhadap satwa liar.