Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis)

Penanaman Pakan Badak Sumatera

 

Lampung, 1-3 April 2017

Setelah mengunjungi lokasi kerja mitra TFCA Kalimantan di Kapuas Hulu dan Berau, Direktur Sekretariat TFCA (International) Mr. Scott Lampman melanjutkan kunjungan kerjanya ke wilayah Sumatera. Salah satu lokasi yang dikunjungi yaitu SRS atau yang dikenal dengan Sumatran Rhino Sunctuary yang ada di Way Kambas Lampung. Dalam Kunjungi ini juga didampingi oleh Direktur TFCA Kalimantan Ibu Puspa Dewi Liman.

 

Plang area penanaman pengkayaan pakan badak di Way Kambas

Dalam kunjungan ke pusat sanctuary badak sumatra ini, dilakukan pananaman pakan badak di areal pengkayaan pakan badak- Way Kambas. Lokasi ini merupakan lokasi kerja Yayasan Badak Indonesia sebagai mitra TFCA Sumatera. Dalam kunjungan tersebut, Program Manager dari Yayasan Badak Indonesia Haerudin R. Sadjudin menjelaskan bagaimana secara alamiah badak adalah satwa yang menyebarkan pakan secara alami berbagai bibit tanaman di alam.  Pemilihan jenis pakan yang ditanam berasal dari tumbuhan yang disukai oleh badak, pemilihan berdasarkan tanaman yang berkecambah dari kotoran badak yang ada di SRS (Sumatran Rhino Sanctuary). Kotoran badak dimasukkan kedalam polybag dan setelah dua minggu disemaikan di kebun bibit di sekitar SRS. Dengan cara ini, jenis tumbuhan yang ditanam di lahan restorasi diyakini merupakan jenis tumbuhan pakan badak sumatera. Hingga saat ini lebih dari 15 spesies tumbuhan berbiji yang telah ditemukan tumbuh dari kotoran badak.

 

Penanaman pakan badak oleh Direktur TFCA Kalimantan Ibu Puspa Dewi Liman, di Sumatran Rhino Sanctuary, Way Kambas Lampung.

 

Penanaman pakan badak ini merupakan langkah penting dalam kelangsungan hidup badak, khususnya badak yang ada di SRS ini. Penanaman ini membantu dalam memenuhi pasokan pakan secara regular. Pasalnya, pasokan pakan alami di SRS tidak bisa diandalkan secara terus menerus, dan tentunya ini perlu dilakukan rotasi agar pakan alami tidak habis dan terpelihara sepanjang tahun. Penanaman yang dilakukan diharapkan meningkatkan daya dukung bagi keberlangsuangan badak, dan tentunya konservasi badak sumatera.

 

 

 

 


Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Dewan Pengawas    

klhksm  usaid  logo-nature-notagline   wwf