Daftar Tanya Jawab

Permintaan Pengajuan Konsep Proyek TFCA Kalimantan

Siklus I 2013

1) Apakah TFCA Kalimantan?

Tropical Forest Conservation Act (TFCA) merupakan program kerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bermitra dengan The Nature Conservancy (TNC) dan Yayasan World Wide Fund for Nature-Indonesia (WWF). Program ini merupakan bagian dari skema pengalihan hutang untuk program konservasi hutan, khususnya di Kalimantan berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 29 September 2011 di Jakarta.

2) Apakah tujuan TFCA Kalimantan ?

Secara umum, tujuan Program TFCA Kalimantan adalah:

  1. Melindungi keanekaragaman hayati hutan yang memiliki nilai penting, spesies dan ekosistem yang langka dan terancam punah, jasa ekosistem daerah aliran sungai, konektivitas antar zona ekologi hutan, dan koridor hutan yang memiliki manfaat terhadap keanekaragaman hayati dan perubahan iklim, pada tingkatan global, nasional, dan lokal;
  2. Meningkatkan mata pencaharian masyarakat di sekitar hutan melalui pengelolaan sumber daya alam secara lestari dan pemanfaatan lahan masyarakat yang berorientasi rendah emisi, dengan tetap memperhatikan kaidah perlindungan hutan;
  3. Melaksanakan berbagai kegiatan untuk menurunkan emisi yang berasal dari deforestasi dan degradasi hutan guna mencapai pengurangan emisi yang cukup berarti disetiap Kabupaten Target dengan tetap mendukung pelaksanaan konservasi keanekaragaman hayati; dan
  4. Memberikan dukungan pada pertukaran ide dan berbagi pengalaman terkait  pelaksanaan konservasi hutan dan program REDD+ di Indonesia serta menginformasikan perkembangan konservasi nasional dan kerangka kerja REDD+.

3) Apa saja program TFCA Kalimantan?

Secara garis besar program ini memfasilitasi kegiatan konservasi, perlindungan, restorasi, dan pemanfaatan lestari terhadap hutan tropis di Indonesia melalui kerjasama dengan Program Karbon Hutan Berau (PKHB) di Kabupaten Berau dan Program Heart of Borneo(HOB) di Kutai Barat dan Kapuas Hulu.  Program ini dilaksanakan melalui strategi program sebagai berikut:

  1. Mendukung peningkatan perencanaan tingkat Kabupaten
  2. Mendukung pengembangan kebijakan dan kelembagaan
  3. Meningkatkan pelibatan pemangku kepentingan
  4. Mendukung pengukuran dampak dan pembelajaran
  5. Mendukung peningkatan pengelolaan kawasan lindung
  6. Memperkuat konservasi di luar kawasan lindung
  7. Memperkuat kawasan kelola masyarakat
  8. Meningkatkan pengelolaan hutan produksi
  9. Mengurangi dampak negatif terhadap hutan dan masyarakat yang tergantung kepada sumber daya hutan

4) Dimana kita dapat memperoleh informasi tentang TFCA Kalimantan?

Informasi selengkapnya dapat dilihat pada situs resmi TFCA Kalimantan; www.tfcakalimatan.org.

5) Dimanakah lokasi kegiatan prioritas TFCA Kalimantan?

Untuk siklus 1 lokasi kegiatan TFCA Kalimantan adalah:

  1. Kabupaten Berau (Propinsi Kalimantan Timur)
  2. Kabupaten Kutai Barat (Propinsi Kalimantan Timur)
  3. Kabupaten Kapuas Hulu (Propinsi Kalimantan Barat)

6) Kegiatan apa saja yang bisa didanai melalui program TFCA Kalimantan?

Sesuai dengan tujuan TFCA Kalimantan, kegiatan yang dapat didanai adalah kegiatan terpadu yang meliputi:

  1. Pembangunan, pemulihan, perlindungan, pemeliharaan kawasan lindung dan kawasan konservasi;
  2. Pengembangan dan pengelolaan sumber daya alam berbasis ilmiah, termasuk pengelolaan lahan dan ekosistem;
  3. Program pelatihan untuk peningkatan kapasitas keilmuan, teknis dan manajemen baik secara individu maupun organisasi yang bergerak dalam upaya konservasi;
  4. Pemulihan, perlindungan dan pemanfaatan keragaman jenis tumbuhan dan satwa secara lestari;
  5. Identifikasi dan penelitian pemanfaatan tanaman hutan tropis untuk obat-obatan dan pemeliharaan kesehatan; dan
  6. Pembangunan dan dukungan terhadap peningkatan mata pencaharian masyarakat di sekitar hutan yang sesuai dengan kaidah perlindungan hutan.

7) Apakah yang dimaksud dengan kegiatan terpadu?

Kegiatan yang terintegrasi diantara butir 6 tersebut di atas, yang dapat memberikan hasil dan manfaat optimal bagi perlindungan keanekaragaman hayati, peningkatan mata pencaharian masyarakat, penurunan emisi dan dukungan bagi pertukaran ide terkait konservasi hutan.

8) Siapa saja yang dapat menerima dana hibah program TFCA Kalimantan?

Lembaga yang dapat menerima dana hibah TFCA Kalimantan adalah:

  1. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bekerja di bidang lingkungan, kehutanan, atau konservasi yang didirikan dan beroperasi di Indonesia;
  2. Setiap lembaga regional atau lokal yang aktif bekerja di Indonesia, termasuk masyarakat hukum adat atau kelompok masyarakat yang kehidupannya bergantung pada sumber daya hutan; atau
  3. Dalam hal khusus, Perguruan Tinggi Negeri yang didirikan dan beroperasi di Indonesia, yang bukan termasuk lembaga yang tidak memenuhi syarat.

9) Siapa yang dimaksud dengan lembaga lokal?

Lembaga lokal dapat berupa lembaga adat atau kelompok masyarakat setempat yang memenuhi syarat.

10) Apa saja syarat yang harus dipenuhi oleh lembaga yang dapat mengajukan konsep Proyek?

Persyaratan yang harus dipenuhi Lembaga adalah sebagai berikut:

a. Persyaratan Umum

Bagi lembaga yang berbentuk yayasan, perkumpulan, dan lembaga asing nirlaba harus memenuhi persyaratan sebagai berikut;

i.  Memiliki status badan hukum dari kementerian yang terkait bagi yayasan; atau memiliki anggaran dasar yang disahkan oleh notaris bagi perkumpulan; atau memiliki surat registrasi dari Kementerian Luar Negeri atau Nota Kesepahaman dengan kementerian/lembaga pemerintahan non kementerian bagi lembaga asing.

ii.   Memiliki NPWP atas nama lembaga.

iii.  Memiliki rekening bank atas nama lembaga.

iv. Memiliki pengalaman dalam melaksanakan kegiatan yang diusulkan sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) tahun di Indonesia.

v.   Jika konsep proyek disetujui, maka pemohon harus dapat menunjukkan dukungan dari para pemangku kepentingan kunci didalam proposal yang diajukan. Dukungan tersebut dapat berbentuk:

  1. Notulensi hasil pertemuan dengan para pemangku kepentingan kunci yang telah ditandatangani oleh para pemangku kepentingan kunci tersebut; atau
  2. Surat rekomendasi dari para pemangku kepentingan kunci.  Jika dalam 30 (tiga puluh) hari kerja sejak pemohon mengajukan surat permohonan (surat permohonan ini harus ditembuskan kepada Dewan Pengawas TFCA Kalimantan) untuk mendapatkan surat rekomendasi tidak mendapatkan tanggapan, maka surat permohonan rekomendasi tersebut dianggap telah disetujui oleh para pemangku kepentingan kunci.

b. Persyaratan Khusus

Selain persyaratan sebagaimana tersebut di atas, lembaga asing juga harus memenuhi persyaratan sebagai berikut;

i.   Salah satu bagian dalam usulan kegiatan tersebut harus memuat kegiatan yang terkait dengan pengalihan ilmu pengetahuan dan kapasitas (transfer of knowledge and capacity) yang sesuai dengan kebutuhan kepada lembaga lokal;

ii.  Tidak dapat mengajukan usulan sebagai Technical Assistance Provider(TAP); dan

iii. Preferensi diberikan kepada lembaga asing yang bermitra dengan lembaga yang memenuhi syarat sebagai penerima hibah yang sedang atau pernah bekerja dikawasan yang diusulkan dalam konsep proyek.

11) Siapa saja yang tidak boleh mengajukan dana hibah?

Lembaga yang tidak dapat menerima dana hibah TFCA Kalimantan adalah:

a)  Lembaga yang berperan sebagai administrator;

b)  Lembaga penyimpan dana;

c)  Lembaga pemerintah, atau setiap badan, kementerian atau lembaga pemerintah non kementerian, selain dari Perguruan Tinggi Negeri yang didirikan dan beroperasi di Indonesia;

d)  The Nature Conservancy (TNC);

e)   Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF);

f) Lembaga yang sedang duduk sebagai anggota Dewan Pengawas yang Ditunjuk (Designated Member), namun hanya selama lembaga tersebut duduk sebagai anggota Dewan Pengawas yang Ditunjuk.

g)   Setiap orang yang (i) terdapat dalam daftar orang yang terkait kasus hukum; atau (ii) termasuk dalam, dimiliki oleh, diatur oleh, bertindak untuk atau atas nama dari, memberikan bantuan, dukungan, sponsor atau jasa dalam bentuk apapun kepada, atau sebaliknya terkait dengan setiap orang yang dikaitkan pada atau dideskripsikan dalam daftar orang yang terkait kasus hukum, dan;

h)   Setiap lembaga lainnya yang ditetapkan sebagai lembaga yang tidak berhak menerima oleh Dewan Pengawas.

12) Bagaimana cara mangajukan konsep proyek?

Panduan dan aplikasi pengajuan konsep proyek TFCA Kalimantan dapat diunduh di http://tfcakalimantan.org/hibah/aplikasi

13) Apakah Institusi terkait yang memiliki wilayah harus menyetujui kegiatan yang diajukan?

Jika konsep proyek disetujui, maka pemohon harus dapat menunjukkan dukungan dari para pemangku kepentingan kunci didalam proposal yang diajukan.  Dukungan tersebut dapat berbentuk:

  1. Notulensi hasil pertemuan dengan para pemangku kepentingan kunci yang telah ditandatangani oleh para pemangku kepentingan kunci tersebut; atau
  2. Surat rekomendasi dari para pemangku kepentingan kunci.  Jika dalam 30 (tiga puluh) hari kerja sejak pemohon mengajukan surat permohonan (surat permohonan ini harus ditembuskan kepada Dewan Pengawas TFCA Kalimantan) untuk mendapatkan surat rekomendasi tidak mendapatkan tanggapan, maka surat permohonan rekomendasi tersebut dianggap telah disetujui oleh para pemangku kepentingan kunci.

14) Berapa maksimal dana yang dapat diajukan?

Maksimal anggaran yang dapat diajukan adalah sebesar 150% dari anggaran terbesar yang pernah dikelola oleh pemohon.

15) Bagaimana komposisi anggaran yang dapat diajukan?

Komposisi anggaran yang dapat diajukan adalah untuk biaya manajemen dan program/ operasional, untuk biaya manajemen maksimal adalah sebesar 15% dari jumlah keseluruhan anggaran kegiatan yang diusulkan.

16) Bagaimana ketentuan pajak atas program hibah TFCA Kalimantan?

Semua biaya yang dibayarkan harus sudah termasuk pajak (sesuai ketentuan pajak yang berlaku).

17) Apakah ada standar biaya yang berlaku sebagai dasar penyusunan anggaran?

Administrator telah  menyusun konsep panduan Standar Biaya Maksimal kegiatan 2013, dan akan disempurnakan berdasarkan masukan pada saat pelatihan Penyusunan Proposal dan Manajemen Keuangan, yang kemudian dipublikasikan pada situs TFCA Kalimantan.

18) Apakah tata waktu pengiriman sama setiap tahun?

Tata waktu siklus berikutnya akan di informasikan lebih lanjut ke publik.

19) Kami telah mengirimkan konsep proyek, bagaimana kami mengetahui bahwa konsep proyek kami telah diterima?

Akan ada konfirmasi kepada lembaga yang telah diterima Konsep Proyeknya oleh administrator, melalui email atau pos.

20) Kami terlambat mengirimkan konsep proyek, apakah TFCA Kalimantan masih menerima konsep proyek yang terlambat?

Konsep proyek yang terlambat di sarankankan untuk mengikuti siklus hibah berikutnya.

21) Apakah TFCA Kalimantan dapat menerima sejumlah proposal yang berbeda dari pengusul yang sama dalam satu siklus ?

Disarankan kegiatan-kegiatan tersebut diusulkan dalam satu (1) konsep proyek saja.

22) Apakah dapat mengajukan konsep proyek apabila telah mendapatkan beberapa pembiayaan dari sumber lain?

Bisa, apabila kegiatan tersebut tidak tumpang tindih dan saling mendukung serta terpadu dengan kegiatan yang berjalan, dan sumber pendanaan yang sudah ada harus dijelaskan dalam aplikasi pengajuan Konsep Proyek.

23) Apakah kami bisa mengajukan dua (2) konsep proyek pada waktu yang bersamaan?

Disarankan seluruh kegiatan diusulkan dalam satu (1) konsep proyek saja.

24) Bagaimana bila kami memiliki konsep proyek yang potensial yang sesuai dengan tujuan TFCA Kalimantan, namun persyaratan lembaga masih dalam proses?

TFCA hanya menerima konsep proyek dari lembaga yang memenuhi syarat seperti pada butir 10.

25) Bagaimana peluang kami untuk mendapatkan dana hibah TFCA Kalimantan?

Dana hibah hanya diberikan kepada lembaga yang Konsep Proyek dan Proposalnya dinilai dan disetujui oleh Dewan Pengawas.

26) Apakah dapat mengajukan konsep proyek di TFCA Kalimantan apabila sudah mendapatkan hibah dari TFCA Sumatera?

Konsep proyek dapat diusulkan sesuai dengan persyaratan masing-masing program.

27) Apakah TFCA Kalimantan bisa mendanai biaya pendidikan, konferensi atau lokakarya ?

TFCA Kalimantan tidak dapat menyediakan dana hanya untuk biaya pendidikan, konferensi atau lokakarya.  Kegiatan tersebut harus merupakan bagian dari kegiatan konservasi keanekaragaman hayati, peningkatan mata pencaharian masyarakat sekitar kawasan hutan, dan pengurangan emisi.

28) Sebelum mengirim konsep proyek, apakah dapat berdiskusi dengan TFCA Kalimantan tentang konsep proyek?

Sesuai dengan Panduan Pengajuan Konsep Proyek, informasi mengenai kebijakan dan prosedur hibah dapat diunduh dari website TFCA Kalimantan http://tfcakalimantan.org/hibah/aplikasi/.  Untuk Info lebih lanjut, dapat menghubungi Yayasan KEHATI melalui email ketfca.kalimantan@kehati.or.id dengan tembusan ke tfca.kalimantan@gmail.com pada tanggal 8 sampai dengan 24 Mei 2013.