Penandatanganan Kontrak Kerja sama Hibah Siklus 2 TFCA Kalimantan

Penandatanganan Kontrak Kerja sama Hibah Siklus 2 TFCA Kalimantan

TFCA Kalimantan memberikan hibah dana siklus kedua kepada 6 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Putussibau, Kab Kapuas Hulu, Kalbar (26/5).

Acara Penandatanganan kontrak kerjasama yang diadakan di aula Bappeda Kab. Kapuas Hulu ini dihadiri oleh perwakilan instansi daerah diantaranya; Bappeda, Dinas Cipta Karya & Tata ruang, Dinas Perkebunan & Kehutanan Kab. Kapuas Hulu), Pemerintah Pusat (BKSDA Kalimantan Barat, BTNDS/Balai Taman Nasional Danau Sentarum, BBTNBK/Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun) dan LSM (GIZ-Forclime, WWF) serta 10 lembaga penerima hibah TFCA Kalimantan (4 lembaga penerima hibah siklus 1 dan 6 lembaga penerima hibah siklus 2). Total peserta yang hadir 59 orang. Enam LSM yang menerima hibah dana di siklus kedua ini yakni:

  1. Dian Tama; Fokus program pada pelestarian kawasan melalui Agroforestry  dan Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu sebagai Alternatif Pendapatan Masyarakat di Koridor Labian-Leboyan
  2. ASPPUK; Bergerak pada pengembangan hasil hutan bukan kayu melalui pelestarian tanaman pewarna alami yang berperspektif gender dan berkelanjutan di Kabupaten Kapuas Hulu.
  3. SAMPAN, Fokus pada penguatan Pengelolaan tembawang oleh masyarakat (sistem agroforestry tradisional) di 4 desa dampingan.
  4. Lanting Borneo. Mendedikasikan programnya pada penguatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan koridor DAS Labian-Leboyan melalui pemetaan dan inventarisasi kearifan lokal
  5. Komunitas Pariwisata Kapuas Hulu (KOMPAKH), Fokus pada pengembangan Destinasi dan Media Pemasaran Ekowisata berbasis masyarakat yang berlokasi di Desa Menua Sadap Kec.Embaloh Hulu
  6. Forum DAS Labian-boyan, Bergerak dalam Restorasi Pinggiran DAS Labian Leboyan di sepanjang Desa sungai  Ajung dan Desa Labian berbasis masyarakat

Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Kapuas Hulu, Agus Suparman, M.Si mengatakan bahwa Kabupaten Kapuas Hulu sebagai kabupaten konservasi banyak memperoleh dukungan dari lembaga luar, salah satunya TFCA Kalimantan.  Beliau juga mengingatkan pentingnya program Heart of Borneo (HoB), salah satu program yang didukung TFCA Kalimantan untuk mengelola kawasan hutan tropis dataran tinggi di Borneo, yang didasarkan pada prinsip konservasi dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam pertemuan yang dihadiri 59 peserta tersebut, sejumlah mitra TFCA Kalimantan penerima hibah dana siklus pertama di  Kapuas Hulu yakni AOI, Gemawan, PCF, dan FORINA turut memaparkan progress kegiatannya selama satu tahun terakhir.

Sampai saat ini, TFCA Kalimantan telah melakukan penandatanganan kontrak perjanjian penerimaan hibah (PPH) kepada 25 LSM yang dibagi menjadi 2 siklus; tahap pertama dan kedua. Total hibah senilai Rp. 92.630.719.000,-. Penerima hibah yang melaksanakan kegiatan untuk mendukung program HOB di Kabupaten Kapuas Hulu sebanyak 11 LSM (siklus 1 & 2) dengan total hibah senilai Rp. 31 miliar.

TFCA Kalimantan adalah kemitraan antara Pemerintah Amerika Serikat, Pemerintah Indonesia, The Nature Conservancy (TNC) dan World Wide Fund for Nature (WWF) yang dimulai sejak 2011. Tujuannya, untuk melindungi keanekaragaman hayati, menjaga karbon hutan, dan meningkatkan penghidupan masyarakat melalui upaya konservasi hutan di Kalimantan serta mendukung dua program yang sedang berlangsung yaitu Heart of Borneo (HoB) dan Program Karbon Hutan Berau (PKHB).

Yayasan KEHATI telah ditunjuk sebagai administrator untuk pengelolaan TFCA Kalimantan. Dalam implementasinya, TFCA Kalimantan mengembangkan kebijakan dan panduan terkait dengan prosedur penyaluran hibah, penyusunan rencana implementasi 2013-2017, dan kebijakan serta panduan monitoring dan evaluasi.