Menindaklanjuti Pengumuman Permintaan Pengajuan Konsep Proyek yang telah dikeluarkan tanggal 8 Mei yang lalu di berbagai surat kabar dan mailing list, Yayasan KEHATI selaku administrator program TFCA Kalimantan bersama dengan Direktorat PJLKKHL, USAID, WWF-Indonesia dan TNC melakukan Kegiatan Konsultasi Pengajuan Konsep Proyek TFCA Kalimantan siklus I 2013 bagi calon mitra di Kota Pontianak pada tanggal 23 Mei 2013, Kab. Berau pada tanggal 27 – 28 Mei 2013, dan di kota Samarinda pada tanggal 29 Mei 2013. Tujuan diadakannya acara tersebut adalah untuk memberikan informasi lebih rinci tentang tata cara pengajuan konsep proyek yang sedang disiapkan oleh para calon mitra untuk mendapatkan dana hibah Program TFCA Kalimantan Siklus I 2013.

Masing-masing acara dibuka oleh Kepala Bappeda Kapuas Hulu yang diwakilkan oleh Sekretaris Bappeda yaitu Bpk. Anthonius Rawing yang bertempat di Pontianak, Bupati Berau yaitu Bpk. Makmur HAPK yang bertempat di Berau, dan Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Kutai Barat yaitu Bpk. Agus Afifuddin yang bertempat di Samarinda. Secara garis besar, perwakilan pemerintah dari masing-masing Kabupaten target program TFCA Kalimantan sangat mendukung kelanjutan proses pelaksanaan program TFCA Kalimantan dan diharapkan para penggiat lingkungan, LSM, kelompok masyarakat dan perguruan tinggi khususnya yang ada di Berau, Kapuas Hulu dan Kutai Barat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.

Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 50 penggiat lingkungan/LSM lokal di masing-masing tempat. Selain itu perwakilan instansi pemerintahan terkait seperti Balai Taman Nasional, Dinas Pariwisata, Dinas Kehutanan, Muspika Berau, kepolisian, dan para pihak terkait lainnya juga turut hadir pada acara tersebut.

Dalam menyampaikan informasi terkait penyusunan Konsep Proyek TFCA Kalimantan, Puspa Dewi Liman selaku Direktur Program TFCA Kalimantan-Yayasan KEHATI, antara lain menyampaikan program di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Kapuas Hulu mengutamakan pendemonstrasian inisiatif HoB tentang praktik-praktik ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon di lapangan. Sedangkan fokus di Kabupaten Berau meliputi aspek geografis berupa: KPH Model Berau Barat, Kawasan Karst Sangkulirang dan hutan bernilai keanekaragaman hayati yang tinggi. Hal itu sesuai dengan program prioritas TFCA Kalimantan yang tertuang dalam dokumen Rencana Implementasi 2013-2017.

Selanjutnya prioritas TFCA Kalimantan di ketiga Kabupaten target tersebut (Berau, Kapuas Hulu dan Kutai Barat) akan meliputi :

  • Mendukung pengembangan aspek yang terkait dengan hutan dari model ekonomi hijau: Meliputi kegiatan yang terkait dengan hutan yang berhubungan dengan rencana aksi ekonomi hijau tingkat kabupaten, termasuk strategi untuk mengakses pendanaan REDD+, mendukung pengembangan mata pencaharian masyarakat,
  • Perencanaan tata ruang berbasis ekosistem: Termasuk revisi keseluruhan rencana tata ruang serta perencanaan rinci pada wilayah kunci, terutama di koridor antara Taman Nasional yang berdekatan,
  • Pengelolaan sumber daya alam masyarakat yang berkelanjutan: Termasuk mendukung pengembangan mata pencaharian berbasis keanekaragaman hayati, khususnya ekowisata dan produk hutan non-kayu, pengembangan pengelolaan kawasan konservasi masyarakat,
  • Pengembangan kelembagaan: Khususnya mendukung peningkatan tata kelola Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH),
  • Produksi berkelanjutan: Terutama dukungan untuk menerapkan praktik pengelolaan terbaik bagi hutan produksi dan komoditas lainnya, eksplorasi untuk satu atau lebih potensi tukar lahan bagi perkebunan kelapa sawit dari konsesi kelapa sawit pada kawasan berhutan alam ke lahan yang terdegradasi,
  • Strategi atas spesies kunci: Upaya untuk melindungi spesies hutan utama termasuk orangutan, gajah, badak, dan keanekaragaman hayati lokal penting lainnya.

Diharapkan melalui berbagai penjelasan dan paparan pada acara tersebut, para calon mitra dapat lebih mempersiapkan Konsep Proyek yang akan mereka ajukan sebelum  batas akhir penerimaan, yaitu 8 Juni 2013.

[teks & foto © TFCA Kalimantan |01062013]

Menindaklanjuti Pengumuman Permintaan Pengajuan Konsep Proyek yang telah dikeluarkan tanggal 8 Mei yang lalu di berbagai surat kabar, mailing list, , Yayasan KEHATI selaku administrator program TFCA Kalimantan bersama dengan Direktorat PJLKKHL, USAID, WWF-Indonesia dan TNC melakukan Kegiatan Konsultasi Pengajuan Konsep Proyek TFCA Kalimantan siklus I 2013 bagi calon mitra di Kota Pontianak pada tanggal 23 Mei 2013, Kab. Berau pada tanggal 27 – 28 Mei 2013, dan di kota Samarinda pada tanggal 29 Mei 2013. Tujuan diadakannya acara tersebut adalah untuk memberikan informasi lebih rinci tentang tata cara pengajuan konsep proyek yang sedang disiapkan oleh para calon mitra untuk mendapatkan dana hibah Program TFCA Kalimantan Siklus I 2013.

Masing-masing acara dibuka oleh Kepala Bappeda Kapuas Hulu yang diwakilkan oleh Sekretaris Bappeda yaitu Bpk. Anthonius Rawing yang bertempat di Pontianak, Bupati Berau yaitu Bpk. Makmur HAPK yang bertempat di Berau, dan Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Kutai Barat yaitu Bpk. Agus Afifuddin yang bertempat di Samarinda. Secara garis besar, perwakilan pemerintah dari masing-masing Kabupaten target program TFCA Kalimantan sangat mendukung kelanjutan proses pelaksanaan program TFCA Kalimantan dan diharapkan para penggiat lingkungan, LSM, kelompok masyarakat dan perguruan tinggi khususnya yang ada di Berau, Kapuas Hulu dan Kutai Barat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.

Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 50 penggiat lingkungan/LSM lokal di masing-masing tempat. Selain itu perwakilan instansi pemerintahan terkait seperti Balai Taman Nasional, Dinas Pariwisata, Dinas Kehutanan, Muspika Berau, kepolisian, dan para pihak terkait lainnya juga turut hadir pada acara tersebut.

Dalam menyampaikan informasi terkait penyusunan Konsep Proyek TFCA Kalimantan, Puspa Dewi Liman selaku Direktur Program TFCA Kalimantan-Yayasan KEHATI, antara lain menyampaikan program di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Kapuas Hulu mengutamakan pendemonstrasian inisiatif HoB tentang praktik-praktik ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon di lapangan. Sedangkan fokus di Kabupaten Berau meliputi aspek geografis berupa: KPH Model Berau Barat, Kawasan Karst Sangkulirang dan hutan bernilai keanekaragaan hayati yang tinggi. Hal itu sesuai dengan program prioritas TFCA Kalimantan yang tertuang dalam dokumen Rencana Implementasi 2013-2017.

Selanjutnya prioritas TFCA Kalimantan di ketiga Kabupaten target tersebut (Berau, Kapuas Hulu dan Kutai Barat) akan meliputi :

  • Mendukung pengembangan aspek yang terkait dengan hutan dari model ekonomi hijau: Meliputi kegiatan yang terkait dengan hutan yang berhubungan dengan rencana aksi ekonomi hijau tingkat kabupaten, termasuk strategi untuk mengakses pendanaan REDD+, mendukung pengembangan mata pencaharian masyarakat,
  • Perencanaan tata ruang berbasis ekosistem: Termasuk revisi keseluruhan rencana tata ruang serta perencanaan rinci pada wilayah kunci, terutama di koridor antara Taman Nasional yang berdekatan,
  • Pengelolaan sumber daya alam masyarakat yang berkelanjutan: Termasuk mendukung pengembangan mata pencaharian berbasis keanekaragaman hayati, khususnya ekowisata dan produk hutan non-kayu, pengembangan pengelolaan kawasan konservasi masyarakat,
  • Pengembangan kelembagaan: Khususnya mendukung peningkatan tata kelola Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH),
  • Produksi berkelanjutan: Terutama dukungan untuk menerapkan praktik pengelolaan terbaik bagi hutan produksi dan komoditas lainnya, eksplorasi untuk satu atau lebih potensi tukar lahan bagi perkebunan kelapa sawit dari konsesi kelapa sawit pada kawasan berhutan alam ke lahan yang terdegradasi,
  • Strategi atas spesies kunci: Upaya untuk melindungi spesies hutan utama termasuk orangutan, gajah, badak, dan keanekaragaman hayati lokal penting lainnya.

Diharapkan melalui berbagai penjelasan dan paparan pada acara tersebut, para calon mitra dapat lebih mempersiapkan Konsep Proyek yang akan mereka ajukan sebelum  batas akhir penerimaan, yaitu 8 Juni 2013.

[teks & foto © TFCA Kalimantan |01062013]