SENDAWAR-Iklim dan Lingkungan harus mengutamakan pembangunan pro-lingkungan. Upaya positif yang dikembangkan bertujuan mensejahterakan masyarakat Kubar. Pengelolaan sumber daya alam yang baik menjadi salah satu upaya mewujudkan tujuan tersebut.

Hal ini ditegaskan Bupati Kubar Ismail Thomas, dalam sambutan tertulis disampaikan Sekretaris Kabupaten Kubar Aminuddin, ketika membuka sosialisasi Program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Kalimantan di ruang diklat lantai 3 Kantor Bupati Kubar, Rabu (10/10).

Dia mengatakan, komitmen Pemkab Kubar sudah jelas dalam mendukung segala program yang memiliki tujuan pelestarian sumber daya alam untuk kepentingan bersama yang dilakukan pemerintah bersama pemangku kepentingan di Kubar.

Apalagi, secara global konsep pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan dan menyeimbangkan pemerataan pembangunan dan pelestarian lingkungan bukanlah khayalan semata, tetapi merupakan keharusan dan tanggung jawab bersama. “ Pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan terdiri dari dua rumusan utama yaitu kebutuhan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan  dan pertumbuhan berkelanjutan,” katanya.

Menyinggung kegiatan program TFCA Kalimantan, Pemkab Kubar sangat menyambut baik. Dan menaruh harapan, agar tercapainya suatu pemahaman serta kesamaan persepsi mendukung kegiatan pelaksanaan program skema pengalihan hutang untuk konservasi hutan tropis di Indonesia, khususnya di Kalimantan. “Karena program pengalihan hutang ini memberikan berbagai keuntungan bagi Indonesia, terutama dalam melindungi kekayaan hutan dan keanekaragaman hayati di Kalimantan. Sekaligus berperan dalam mitigasi perubahan iklim”, katanya.

Sementara itu Direktur Konservasi WWF Nazir Foead yang juga salah satu anggota Dewan Pengawas Program TFCA Kalimantan mengatakan, selain menyajikan informasi (sosialisasi) mengenai TFCA Kalimantan dan kerangka program yang diimplementasikan kepada para pihak di Kubar, “Kunjungan juga dimaksudkan mengumpulkan isu-isu program di daerah. Kami melihat kemungkinan program itu didukung TFCA Kalimantan”, katanya.

Dalam sosialisasi disebutkan, program TFCA Kalimantan dapat mendanai kegiatan antara lain

membangun, merestorasi, melindungi kawasan konservasi dan kawasan lindung. Kemudian  mengembangkan dan melaksanakan pengelolaan sumber daya alam secara ilmiah termasuk pengelolaan lahan dan ekosistem, program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas ilmiah, teknis dan manajemen individu dan organisasi yang terlibat dalam usaha konservasi.

Berikutnya merestorasi, melindungi dan memanfaatkan keragaman jenis tumbuhan dan satwa secara lestari, melakukan penelitian dan identifikasi tanaman obat-obatan tropis untuk bidang kesehatan. Selanjutnya, membangun dan mendorong kesejahteraan masyarakat disekitar hutan sesuai dengan konsep perlindungan hutan.

Dia menjelaskan, program ini menyediakan dana hibah bagi lembaga mitra (Grantees) seperti LSM yang bergerak dibidang Lingkungan, Kehutanan, Konservasi dan sosial, masyarakat lokal dan organisasi berbasis masyarakat. Pendanaan disalurkan melalui Administrator (Yayasan KEHATI) di bawah persetujuan Komite Pengawas.

Polanya, melalui diskusi yang melibatkan berbagai pihak dari unsur pemerintah, swasta serta masyarakat. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke berbagai lokasi penting dan relevan dengan konteks pengembangan program TFCA Kalimantan.

Lokasi yang dikunjungi meliputi Melapeh, Cagar Alam Kersek Luway, Areal hutan produksi PT Ratah Timber dan areal konsesi perkebunan Kelapa Sawit di Kutai Barat. Tim TFCA Kalimantan yang hadir dalam kunjungan ini merupakan perwakilan dari USAID, Kedutaan Amerika Serikat, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, TNC, WWF, dan Yayasan Kehati (Kaltim Post. Sabtu, 13 Oktober 2012)

SENDAWAR-Iklim dan Lingkungan harus mengutamakan pembangunan pro-lingkungan. Upaya positif yang dikembangkan bertujuan mensejahterakan masyarakat Kubar. Pengelolaan sumber daya alam yang baik menjadi salah satu upaya mewujudkan tujuan tersebut.

Hal ini ditegaskan Bupati Kubar Ismail Thomas, dalam sambutan tertulis disampaikan Sekretaris Kabupaten Kubar Aminuddin, ketika membuka sosialisasi Program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Kalimantan di ruang diklat lantai 3 Kantor Bupati Kubar, Rabu (10/10).

Dia mengatakan, komitmen Pemkab Kubar sudah jelas dalam mendukung segala program yang memiliki tujuan pelestarian sumber daya alam untuk kepentingan bersama yang dilakukan pemerintah bersama pemangku kepentingan di Kubar.

Apalagi, secara global konsep pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan dan menyeimbangkan pemerataan pembangunan dan pelestarian lingkungan bukanlah khayalan semata, tetapi merupakan keharusan dan tanggung jawab bersama. “ Pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan terdiri dari dua rumusan utama yaitu kebutuhan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan  dan pertumbuhan berkelanjutan,” katanya.

Menyinggung kegiatan program TFCA Kalimantan, Pemkab Kubar sangat menyambut baik. Dan menaruh harapan, agar tercapainya suatu pemahaman serta kesamaan persepsi mendukung kegiatan pelaksanaan program skema pengalihan hutang untuk konservasi hutan tropis di Indonesia, khususnya di Kalimantan. “Karena program pengalihan hutang ini memberikan berbagai keuntungan bagi Indonesia, terutama dalam melindungi kekayaan hutan dan keanekaragaman hayati di Kalimantan. Sekaligus berperan dalam mitigasi perubahan iklim”, katanya.

Sementara itu Direktur Konservasi WWF Nazir Foead yang juga salah satu anggota Dewan Pengawas Program TFCA Kalimantan mengatakan, selain menyajikan informasi (sosialisasi) mengenai TFCA Kalimantan dan kerangka program yang diimplementasikan kepada para pihak di Kubar, “Kunjungan juga dimaksudkan mengumpulkan isu-isu program di daerah. Kami melihat kemungkinan program itu didukung TFCA Kalimantan”, katanya.

Dalam sosialisasi disebutkan, program TFCA Kalimantan dapat mendanai kegiatan antara lain

membangun, merestorasi, melindungi kawasan konservasi dan kawasan lindung. Kemudian  mengembangkan dan melaksanakan pengelolaan sumber daya alam secara ilmiah termasuk pengelolaan lahan dan ekosistem, program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas ilmiah, teknis dan manajemen individu dan organisasi yang terlibat dalam usaha konservasi.

Berikutnya merestorasi, melindungi dan memanfaatkan keragaman jenis tumbuhan dan satwa secara lestari, melakukan penelitian dan identifikasi tanaman obat-obatan tropis untuk bidang kesehatan. Selanjutnya, membangun dan mendorong kesejahteraan masyarakat disekitar hutan sesuai dengan konsep perlindungan hutan.

Dia menjelaskan, program ini menyediakan dana hibah bagi lembaga mitra (Grantees) seperti LSM yang bergerak dibidang Lingkungan, Kehutanan, Konservasi dan sosial, masyarakat lokal dan organisasi berbasis masyarakat. Pendanaan disalurkan melalui Administrator (Yayasan KEHATI) di bawah persetujuan Komite Pengawas.

Polanya, melalui diskusi yang melibatkan berbagai pihak dari unsur pemerintah, swasta serta masyarakat. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke berbagai lokasi penting dan relevan dengan konteks pengembangan program TFCA Kalimantan.

Lokasi yang dikunjungi meliputi Melapeh, Cagar Alam Kersek Luway, Areal hutan produksi PT Ratah Timber dan areal konsesi perkebunan Kelapa Sawit di Kutai Barat. Tim TFCA Kalimantan yang hadir dalam kunjungan ini merupakan perwakilan dari USAID, Kedutaan Amerika Serikat, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, TNC, WWF, dan Yayasan Kehati (Kaltim Post. Sabtu, 13 Oktober 2012)