Beranda

TFCA Kalimantan, 07/11/2015

Tropical Forest Conservation Act (TFCA) dibentuk tahun 1998 untuk membantu negara negara berpenghasilan rendah dan menengah yang menerima pinjaman lunak dari Pemerintah Amerika Serikat untuk mengkonversi sebagian dari kewajiban utang mereka tersebut dalam mata uang lokal menjadi kegiatan perlindungan dan konservasi hutan tropis negara yang bersangkutan. Amerika Serikat dan Indonesia sebelumnya telah menandatangani perjanjian TFCA pertama yang difokuskan pada konservasi hutan di Pulau Sumatera.

TFCA Indonesia yang kedua adalah kemitraan antara Pemerintah Amerika Serikat (USG), Pemerintah Indonesia (GOI), The Nature Conservancy (TNC) dan World Wide Fund for Nature (WWF), untuk melindungi keanekaragaman hayati yang penting secara global, menjaga karbon hutan, dan meningkatkan penghidupan masyarakat dengan cara yang konsisten dengan upaya konservasi hutan itu sendiri di Kalimantan (selanjutnya disebut sebagai TFCA Kalimantan, berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 29 September 2011 ).

Perjanjian TFCA terdiri dari 3 perjanjian yang saling berhubungan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan satu sama lain, yaitu: (1) Debt for Nature Swap sehubungan dengan perjanjian utang tertentu oleh pemerintah Republik Indonesia kepada pemerintah Amerika Serikat, (2) Swap Fee Contractual Agreement antara pemerintah Amerika Serikat, The Nature Conservancy, dan Yayasan World Wide Fund for Nature – Indonesia, dan (3) Forest Conservation Agreement (FCA) antara pemerintah Republik Indonesia, The Nature Conservancy, dan Yayasan World Wide Fund for Nature – Indonesia.

TFCA Kalimantan

TFCA Kalimantan akan memfasilitasi program konservasi, perlindungan, restorasi dan pemanfaatan lestari hutan tropis di Indonesia melalui kerja sama dengan Program Karbon Hutan Berau (PKHB) dan Program Heart of Borneo (HOB) di 4 Kabupaten target: Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Mahakam Hulu (Propinsi Kalimantan Timur), Kabupaten Kapuas Hulu (Propinsi Kalimantan Barat). Selain itu TFCA Kalimantan akan melakukan investasi strategis di wilayah Kalimantan lainnya. Program ini dilaksanakan melalui penyaluran dana hibah oleh Yayasan KEHATI sebagai administrator kepada lembaga yang memenuhi syarat teknis dan administrasi, serta proposalnya mendapat persetujuan Dewan Pengawas (Oversight Committee) TFCA Kalimantan.

Tujuan Program

TFCA Kalimantan dirancang untuk mencapai tujuan program berikut seperti yang dijelaskan dalam Forest Conservation Agreement:
• Melindungi keanekaragaman hayati hutan yang memiliki nilai penting, spesies dan ekosistem yang langka dan terancam punah, jasa ekosistem daerah aliran sungai, konektivitas antar zona ekologi hutan, dan koridor hutan yang memiliki manfaat terhadap keanekaragaman hayati dan perubahan iklim, pada tingkatan global, nasional, dan lokal
• Meningkatkan mata pencaharian masyarakat di sekitar hutan melalui pengelolaan sumber daya alam secara lestari dan pemanfaatan lahan masyarakat yang berorientasi emisi rendah, dengan tetap memperhatikan kaidah perlindungan hutan;
• Melaksanakan berbagai kegiatan untuk menurunkan emisi yang berasal dari deforestasi dan degradasi hutan guna mencapai pengurangan emisi yang cukup berarti disetiap Kabupaten Target dengan tetap mendukung pelaksanaan konservasi keanekaragaman hayati; dan
• Memberikan dukungan pada pertukaran ide dan berbagi pengalaman terkait pelaksanaan konservasi hutan dan program REDD+ di Indonesia serta menginformasikan perkembangan konservasi nasional dan kerangka kerja REDD+.

TFCA Kalimantan akan mendanai proyek-proyek yang berkontribusi terhadap setidaknya satu dari beberapa tujuan di atas, walaupun akan terdapat banyak proyek yang bisa memberikan kontribusi untuk beberapa tujuan sekaligus, dan beberapa bahkan dapat berkontribusi untuk keempat tujuan yang ada.

2. Fokus Program

TFCA Kalimantan akan mencapai tujuan yang dijelaskan pada Forest Conservation Agreement, dengan mendukung pelaksanaan dua program skala besar, yaitu Heart of Borneo dan Berau Forest Carbon Program (Program Karbon Hutan Berau), dengan tetap membuat investasi strategis yang relevan dengan tujuan TFCA Kalimantan di luar kabupaten sasaran. Diharapkan bahwa 80% dari dana tersebut akan dialokasikan secara merata antara dua program, dan bahwa 20% dari dana akan tersedia untuk investasi strategis di luar kabupaten sasaran. Dalam Program Heart of Borneo, Kutai Barat dan Kapuas Hulu merupakan dua kabupaten sasaran yang akan diprioritaskan untuk pendanaan. Karena itu TFCA Kalimantan akan bekerja sama dengan program-program yang ada dari tiga kabupaten: Berau dan Kutai Barat di Provinsi Kalimantan Timur dan Kapuas Hulu di Provinsi Kalimantan Barat.


Klik disini untuk unduh informasi kebijakan dan prosedur penyaluran hibah siklus 3

Lokasi Kabupaten Target


Berita Terbaru

Dewan Pengawas    

klhksm  usaid  logo-nature-notagline   wwf